Sabtu, 16 Oktober 2021

OPINI

Pendapat pribadi atau tulisan singkat, padat, dan ringan mengenai isu-isu yang menjadi perhatian para gusdurian.

Angka Kehamilan Tak Diinginkan Melonjak Selama Covid-19, Indonesia Bisa Belajar dari Jepang

oleh : ASHILLY ACHIDSTI, 0 Komentar
Pandemi Covid-19 yang membuat manusia terbatasi mobilitasnya diprediksi akan membuat masalah kependudukan baru setelah wabah, angka kehamilan dan kelahiran meningkat. Hal itu disebabkan oleh menurunnya pemasangan alat kontrasepsi. Di Indonesia terjadi 50% penurunan angka pemasangan alat kontrasepsi selama pandemi. Faktor penyebabnya menurut penulis setidaknya karena dua hal : 1) Masyarakat lebih was-was untuk mengakses layanan alat kontrasepsi di luar rumah karena khawatir tertular Covid-19; atau 2) Tutupnya layanan kesehatan penyedia alat kontrasepsi.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Dakwah Paus Fransiskus

oleh : AHMAD SHALAHUDDIN M, 0 Komentar
“Iman kepada Allah mempersatukan dan tidak memecah belah. Iman itu mendekatkan kita, kendatipun ada berbagai macam perbedaan, dan menjauhkan kita dari permusuhan dan kebencian” (Paus Fransiskus)
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Catatan Diskusi Entrepreneur Kreatif di Masa Pandemi

oleh : SAVIC ALI, 0 Komentar
Kemarin siang (12/5) GUSDURian Peduli bikin workshop daring, temanya "Entrepreneur Kreatif di Masa Pandemi." Pembicaranya tiga orang: Yuswo Hady, konsultan dan pakar marketing dari Inventure Knowledge, Mbak Nining Inovasia; pengusaha buah, serta Mbak Mardiyah Chamim dari Tempo Institute dan Puan Indonesia. Dimoderatori Mbakyu Alissa Wahid, diskusi berlangsung lebih dari dua jam, mulai pukul 13.00 hingga pukul 16.00-an.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Meme dan Ledekan Covid-19 yang Justru Mematikan Kita

oleh : NUR FITRIANI, 0 Komentar
Sebelum virus ini menyerang kita, di negeri +62 ini muncul meme dan candaan tentang virus ini. Banyak meme yang mengatakan jika virus ini akan kesulitan masuk Indonesia karena banyak alasan. Misal perizinan Indonesia yang sulit, karena orang Indonesia makanan jatuh aja masih dimakan jika belum 5 menit, dan masih banyak lagi candaan lainnya. Bukan hanya warga Indonesia yang bercandain Corona, sekelas pejabat pemerintah pun bercandain ke-eksisan Corona.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Gagasan Islam Sebagai Etika Sosial

oleh : A. FIKRI AMIRUDDIN IHSANI, 0 Komentar
Gus Dur berpandangan kalau orientasi pembangunan negara harus mengutamakan kepentingan warga masyarakat/rakyat kebanyakan. Ketika Gus Dur ditanya mengenai adakah konsep Negara Islam? Gus Dur menjawab melalui tulisannya bahwa “Tidak ada, Islam sebagai jalan hidup (syari’ah) tidak memiliki konsep yang jelas mengenai negara. Besarnya negara yang dikonsepkan menurut Islam, juga tidak jelas ukurannya” demikian kata beliau.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Yang Perlu Dipahami dari Kasus Covid-19

oleh : SYAHRIZAL SYARIF, 0 Komentar
Masyarakat dibingungkan dengan pelbagai istilah yang terkait dengan wabah pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19). Coba kita jelaskan satu-satu. Definisi kasus untuk penyakit baru ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Penjelasan ini berguna agar terdapat standar pelaporan kasus yang sama antarnegara.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Menjadi Muslim Inggris di Tengah Gelombang Pandemi Covid-19

oleh : MUNAWIR AZIZ, 0 Komentar
Menjadi muslim di Inggris pada situasi krisis akibat virus Corona, menjadi kenangan tersendiri bagi saya. Pemerintah Inggris sejak pertengahan Maret 2020 lalu, memutuskan untuk menutup seluruh fasilitas publik dan tempat ibadah. Gereja, sinagog, dan masjid ditutup dengan alasan kesehatan. Sekolah dan universitas juga tidak diperbolehkan buka, untuk mencegah persebaran virus Corona.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

Gus Dur dan Gerakan Feminisme

oleh : AHMAD ZAINUL HAMDI, 0 Komentar
Suatu kali Gus Dur menyatakan bahwa simpatinya terhadap gerakan feminisme menurun (decline). Anda pasti kaget kan? Bagaimana mungkin orang seperti Gus Dur yang selama ini dikenal melihat dan memperlakukan perempuan dengan adil bisa kehilangan respek terhadap gerakan feminisme?
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi

High Noon in Jakarta: Kisah Keberanian Gus Dur Melawan Politisi Bandit

oleh : HAKIM JAYLI, 0 Komentar
Entah kenapa, tiba-tiba saya teringat pada sebuah film. Bukan Film Hollywood yang kerap memainkan imajinasi kita dengan sensasi adegan ranjang dan sengaja dipotong. Atau film-film Bollywood, yang memanjakan para pecinta lagu dan gerak tarik ala Hindustan dan Sungai Gangga. Bukan. Bukan itu. Saya teringat sebuah film dokumenter berjudul High Noon in Jakarta.
Kategori : Opini , Pilihan Redaksi